Abdul Halim Perdana Kusuma : Tokoh Penerbang Indonesia

Oleh Wednesday, November 9th, 2016 Kategori : Sejarah

Biografi Pahlawan Nasional Abdul Halim Perdana Kusuma – Tugas yang diembannya amat berat: membentuk Angkatan Udara di Komandemen Tentara Sumatera pada 1947. Ia juga ditugaskan mendapatkan senjata dari luar negeri untuk alat pertahanan negerinya yang baru merdeka. semua tugas itu ia terima denga npenuh tanggung jawab dan dituntaskan dengan sebaik-baiknya. Semua upaya terbaik ia berikan, termasuk nyawanya sekalipun. Dialah Abdul Halim Perdana Kusuma.

biografi-pahlawan-nasional-abdul-halim-perdana-kusumaAbdul Halim lahir di Sampang, Madura pada 18 November 1922. Ayahnya bernama Haji Raden Mohammad Bahauddin Wongsotaruno yang menjabat patih di sampang. Setelah menyelesaikan pendidikan Hollandsche Inlandsche School (HIS) dan Meer Ultgebreid Lager Onderwijs (MULO), ia meneruskan pendidikannya ke Sekolah Pamongpraja (Opleiding School Voor Indlandse Ambtenaren – OSVIA) di Magelang. Ia tidak sempat lulus di OSVIA, hanya sampai tingkat II.

Ketika Perang Dunia II meletus, Pemerintah Kolonial Belanda mengumumkan pembentukan milisi. Abdul Halim kemudian memasuki Sekolah Angkatan Laut di Surabaya. Ketika pasukan Jepang menduduki Indonesia, ia dibawa Belanda ke Inggris untuk mengikuti pendidikan pada Royal Canadian Air Force bagian navigator. Ia kemudian terlibat dalam operasi-operasi udara pasukan Sekutu di Eropa. Abdul Halim tercatat pernah melakukan operasi pengeboman atas Jerman dengan menggunakan pesawat Avro landcaster.

Tak lama setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaannya, Sejarah Pahlawan Indonesia Abdul Halim kembali ke tanah air. Ia bergabung dengan tentara Keamanan Rakyat Jawatan Penerbangan, cikal bakal Angkata udara Republik Indonesia (AURI) di bawah pimpinan Komodor Suryadarma. Bersama denga nIswahyudi, ia ditunjuk menajdi wakil AURI pada Komandemen Tentara Sumatera untuk membangun Angkatan Udara di sana. Penunjukan itu merupakan tugas yang sangat berat mengingat organisasi AURI bisa disebutkan belum ada di Sumatera ketika itu. Lebih jauh, ia dan Iswahyudi juga mendapat tambahan tugas yang tak kalah beratnya untuk mencari dan mendapatkan senjata dari Thailand.

sejarah-pahlawan-indonesia-abdul-halim-perdana-kusumaPada 14 Desember 1947, Abdul Halim dan Iswahyudi menaiki pesawat Avro Anson RI-003 dari Thailand. Pesawat yang dikemudikan oleh Iswahyudi itu bermaksud singgah di Singapura untuk mengambil obat-obatan. Pesawat gagal mendarat karena kabut dan angin kencang, sehingga terjatuh dan hancur berkeping-keping. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Labuhan Bilik Besar, yang terletak antara Tanjung Hantu dan teluk Senangain di pantai Lumut, Malaysia. Abdul Halim dan Iswahyudi dinyatakan gugur dalam peristiwa itu. Jenazah Abdulu Halim pun dikuburkan di Lumut, malaysia.

Berselang 28 tahun kemudian, jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada 10 November 1975. Atas jasa dan pengabdiannya yang luar biasa bagi bangsa dan negera, Pemerintah Indonesia menganugerahkan bintang Maha Putra tingkat IV kepada Abdul halim Perdana Kusuma atas jasa-jasanya terhadap TNI angkatan Udara, yaitu sebagai sosok yang telah ikut mendirikan dan membina AURI. Pangkatnya dinaikkan menjadi Anumerta Laksanamana Muda TNI AU. Pada 23 Agustus 1975, Pemerintah Indonesia menganugerahi Abdul Halim Perdana Kusuma menjadi Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 063/TK/Tahun 1975, tanggal 9 Agustus 1975.

Namanya juga diabadikan untuk nama sebuah pangkalan udara TNI Angkatan Udara Republik Indonesia di Jakarta Timur.

Abdul Halim Perdana Kusuma : Tokoh Penerbang Indonesia | idhawati | 4.5

Send this to friend